Coretan Putih diatas Hitam...

Welcome to my site.


Minggu, 09 Oktober 2011

CHOOSING TO CHANGE THE CULTURE

Pendahuluan
Perubahan memang sangat dibutuhkan didalam semua proses. Barack Obama sebagai calon presiden Negara Adikuasa saja mengambil tema “We Need the Change.” Dan hal kecil semacam itu menjadi sorotan utama bagi kaum jurnalis dunia, mengingat bagaimana “perilaku” negara itu terhadap bangsa timur tengah. Kalimat bahwa, kita butuh perubahan yang diusung oleh pria berkulit hitam itu membawanya langsung duduk dikursi kehormatan di negara tersebut, setelah mengalahkan calon lain yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Perubahan, berbicara tentang perubahan, jika berkaitan dengan budaya sebuah organisasi, terlintas sebuah pengalaman unik yang bisa dijadikan contoh. Sebuah organisasi yang berbasiskan mahasiswa, dan memiliki konsep budaya yang salah, tetapi mereka tidak mau mengubahnya walaupun ada salah satu dari anggota yang ingin berusaha mengubah budaya tersebut.
Alhasil kuatnya budaya mereka tidak membuahkan hasil kerja dari satu anggota tadi. Sehingga perubahan tidak bisa terjadi. Disini dapat dilihat bahwa betapa sulitnya untuk mengubah sebuah yang telah mengakar pada organisasi atau perusahaan.
Perubahan adalah bagaimana perusahaan menyalurkan bisnis dan rencana untuk masa yang akan datang. Hanya sedikit perusahaan terkemuka didalam sistemnya memasukkan perubahan ke dalam rencana mereka. Perubahan mempunyai kekuatan besar dalam menggerakkan bisnis menuju kesuksesan.

Perusahaan dapat berharap mengemudikan jalannya organisasi mereka menuju perubahan lingkungan bersaing tanpa mengerti budaya mereka sendiri dan mengembangkan, artinya untuk mengatur bagaimana strategi mencapai tujuan.
Untuk itu, perusahaan butuh manajer yang sigap dan mampu membaca situasi, dimana dan kapan waktunya untuk mengambil langkah perubahan. Satu langkah kecil saja bisa dikatakan perubahan apabila langkah kecil dapat membesarkan organisasi sesuai dengan tujuan dan maksud organisasi. Hingga mendapatkan profit yang besar dan sangat menguntungkan.
Pembahasan Teori
PENGATURAN PRIORITAS
Proses membangun budaya adalah unik
Mengubah sebuah budaya perusahaan adalah hal yang tidak dicampurkan dengan organisasi lainnya. Perbedaan penting adalah mengubah sebuah budaya tidak hanya tentang perkembangan tapi juga tentang pertumbuhan. Hal tersebut adalah sebuah proses kualitatif yang memiliki isue-isue kemampuan dalam memimpin, keefisienan dari misi perusahaan efektifitas manajemen, komitmen, nilai, sikap, inovasi, bekerjasama, kompetitif, keterbukaan, dan kepercayaan.
Perubahan sebuah budaya mempengaruhi seluruh organisasi, tidak hanya satu fungsi, bidang manajemen atau divisi. Sebuah budaya perusahaan adalah sebuah refleksi dari beberapa pemegang saham yang ada di bisnis, menjadi efektif dan kredible, budaya membangun harus menyertai semua aspek dari bisnis dan semua pemegang saham.
Jika sebuah perusahaan mengubah budaya, perusahaan tersebut harus berpengalaman, dan memiliki kesepakatan yang baik dari ketidaknyamanan dengan budaya lama.
Kecerdasan investor diketahui ketika pasar dikendalikan oleh ilmu jiwa, dan perusahaan mereka adalah organisasi masyarakat yang pertama dan terkemuka. Budaya perusahaan mencerminkan organisasi masyarakat. Perkembangan organisasi, struktur ulang dan perencanaan bisnis yang tidak tepat waktu yang secara langsung mengagalkan penampilan dan fungsi organisasi bisnis. Sebenarnya kerusakan budaya mereka karena kelalaian elemen masyarakat.
Shell menemukan kelangsungan hidup perusahaan memperlihatkan 4 ciri-ciri, 3 diantaranya berhubungan dengan budaya, yaitu :
1. Mereka sensitif terhadap lingkungan luar
2. Sosialisasi yang bersatu, dengan sebuah rasa yang kuat terhadap komunitas dan identitas
3. Toleransi perubahan, sportif terhadap perubahan.
4. Keuangan yang konservatif, mereka fokus terhadap pemeliharaan modal.
Performa yang tinggi dan budaya efektif akan selalu bergerak kearah yang semakin membaik dan terus bergerak. Perusahaan mempertahankan budayanya secara serius harus mempunyai system, tujuan dan support yang jelas dan selalu berkembang. Mereka menganggap bahwa budaya tersebut akan mereka butuhkan di masa yang akan datang. Namun yang kebanyakan budaya perusahaan sekarang tidak bergerak, kaku dan anti arah perubahan pemimpin perusahaan pun memperkuat budaya yang tidak dapat dirubah ini menjadi sesuatu atribut yang positif bagi budaya bisnis berkembang dan berubah untuk mempertahankan kecepatannya atau perusahaan akan kehilangan kompetensi.
Perubahan suatu budaya adalah suatu resiko yang harus diambil. Perubahan itu akan menyuruh orang untuk berpikir atau berprilaku dengan jalan-jalan yang berbeda-beda dan menukar komitmen yang alami serta terbelakang dan juga nilai yang akan meningkatkan kinerja sebuah organisasi. Perusahaan dengan kinerja budaya yang baik, tinggi akan menerima resiko dan membiarkan sebagian kegagalan yang terjadi. Perubahan dengan budaya yang kaku, jarang sekali memiliki kesempatan serta menghasilkan ide-ide baru yang dapat mengembangkan perusahaannya. Dan juga gagal untuk mengorganisir talent yang inovatif diantara mereka dalam perusahaan itu sendiri.
Proses perubahan budaya juga harus dapat menginspirasi perusahaan untuk mencapai tujuan yang besar dan termasuk prinsip etika/prilaku.
Garpu di jalan
Perusahaan Amerika juga ikut serta dalam masalah yang cukup kritikal, tapi mereka dapat melanjutkan pada budaya bisnis yang telah terbelakang yang dapat memperburuk kinerja (memaksakan sesuatu tindakan yang tidak beretika disembunyikan yang akhirnya menyebabkan kegagalan dari kinerja perusahaan) atau itu pun akan dapat mentransportasikan budaya yang lama pada berpuluh-puluh tahun yang laku ke tipe yang baru yang lebih dinamik.
Dalam beberapa tahun ini, trend di dunia bisnis lebih bersifat langsung dalam menghasilkan lebih banyak uang, dalam berbagai cara, yang tidak dapat dipikirkan oleh manusia dan juga karena keinginan untuk bekerja. Sehingga menyebabkan sekarang ini budaya bisnis didominasi joleh :
• Ketakutan
• Moral yang tidak baik
• Tidak kompeten
• Produk yang medium (standarnya)
• Tidak menyukai resiko
• Hubungan yang tidak baik dengan kostumer
• Perilaku yang tidak baik dan hubungan kerja
• Mengurangi inovasi
• Kualiti yang tidak baik
• Manajemen yang informasinya tidak cukup
• Lingkungan kerja yang bersifat otority
• Komitmen dalam jangka pendek
• Organisasi di bawah standar, rusak
• Kinerja keuangan yang tidak konsisten

Perusahaan ini hanya menciptakan perusahaan dengan umur pendek, yang gagal memberikan kepuasan yang telah diprediksi dan membutuhkan investor, konsumen, atau karyawan. Dan itu hanya akan meneruskan trend yang ada yang menukar dunia bisnis menjadi suatu lotre.
Alternatif yang dibangun untuk menciptakan kinerja yang lebih baik, dan lebih efektif pada budaya yang memiliki karakter sebagai berikut :
• Kepercayaan
• Moral yang kuat
• Memperluas kompetensi karyawan dan juga organisasi
• Produk yang memiliki permintaan yang tinggi
• Terbuka pada resiko yang beralasan dan juga lebih suka untuk bereksperensasi.
• Ketepatan dan saling menguntungkan bagi konsumer
• Sikap yang produktif dan lingkungan pekerjaan yang positif
• Produk dan pelayanan dengan kualitas yang tinggi
• Kelakuan yang tidak menyimpang
• Pemberitahuan dan manajemen yang bijaksana
• Inovasi dengan tingkat konsisten yang tinggi
• Lingkungan pekerjaan yang demokratis
• Masa komitmen diantara semua stakeholders
• Penyaluran yang dilakukan organisasi tinggi
• Kekuatan financial pertunjukan yang terus menerus

Perusahaan yang mendirikan dan mempertahankan budaya dengan kualitas ini lebih luas. Perusahaan akan lebih cepat dapat meraih keuntungan dari perusahaan yang melakukan perubahan radikal. Untuk kelangsungan hidup dan ketetapan dalam dunia baru bisnis itu semua tentang perubahan.
Kesimpulan
Melakukan perubahan memang sangat dibutuhkan oleh perusahaan atau organisasi, sementara itu butuh banyak pengorbanan yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan keinginan berubah. Perubahan radikal sebenarnya tidak begitu bagus melihat kondisi perusahaan yang lebih dahulu memerlukan sentuhan manajer yang kreatif.
Perubahan dunia bisnis semakin hari semakin cepat sehingga perusahaan juga harus melakukan atau bahkan harus mencuri start dari pesaing bisnis lainnya. Perubahan dalaam budaya adalah sebuah keharusan yang menjadi tugas seorang manajer ketika perubahan itu dibutuhkan.

Referensi
Jerome Want
www.google.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes