Coretan Putih diatas Hitam...

Welcome to my site.


Minggu, 02 Agustus 2020

Menjadi Kepala Keluarga Menuju Samawa

18 Juli 2020, secara resmi aku mengucapkan janji suci ijab dan kabul untuk meminang gadis yang sudah aku suka sejak tahun 2016. Tapi aku mengutarakan isi hati pada tahun 2017.
Membangun rumah tangga memang tidak mudah, apalagi sebelumnya sangat banyak drama ala ala Korea yang kami lewati. Namun, bulat tekad kami, akhirnya sampai jua pada gerbang dunia baru, rumah tangga.
Dia wanita yang keras kepala namun rewel jika aku tidak membalas pesan WAnya. Dia saat ini, saat aku menulis ini tengah tertidur menemani malam deadline edisi 317 di kantor Indonesia Raya. (***)

Rabu, 01 Oktober 2014

Media Online EkspresNews dan Tabloid Indonesia Raya

Cita-cita ku tidak muluk dan berbelit, perusahaan media yang tengah aku besarkan bersama keluarga harus mendapat tempat diranah nasional ini serta mendapatkan porsi pembaca sedikitnya 15 persen pembaca di Indonesia. Tentu hal tersebut menjadi lecutan tersendiri untuk bisa mencapai titik tersebut.
Dibawah naungan PT Indo Raya Ekspres, semua bisa tercapai, Insya Allah. EkspresNews sudah nyaris berusia 2 tahun pada Februari 2015 dan Tabloid Indonesia Raya pada minggu ini sudah masuk ke edisi 33. Semuanya tidak berjalan lancar, benar, tidak ada jalan mulus dimanapun, sekalipun itu jalan tol. Hahahaha.
Prosesnya menarik, Tabloid Indonesia Raya tersebut lahir berkat perjuangan EkspresNews yang makin dikenal dikalangan akademis maupun praktisi. EkspresNews mendapatkan perhatian penuh dari kawan-kawan LSM Perkumpulan Qbar, LBH Padang, LBH Pers Padang, diranah nasional, turut dibesarkan oleh LSM Perkumpulan HUMA.
Sementara itu, Tabloid Indonesia Raya kian berkembang dengan pangsa pasar yang "diakui" sedikit dipaksa untuk menjajaki Ranah Nasional. Hal tersebut dilakukan atas dasar untuk mendongkrak nilai jual dan jumlah oplah.
Baca Juga : Kasus Besar Korupsi di Sumatera Barat
Tabloid Mingguan yang berkantor pusat di Padang makin "menggila" setelah dinahkodai oleh Tamsir, karena beliau sudah menjajaki dunia wartawan sejak tahun 1975 lalu. Pernah suatu waktu, ada sebuah majalah tahun 1995, entah apa nama pastinya, tidak ingat, yang jelas didalam box redaksi, beliau terdaftar sebagai Kepala Biro Majalah Daerah Sumbar.

Rabu, 09 April 2014

Celoteh Si EkspresNews : Peran Media Dalam Pemilihan Legislatif

Ada hal menarik yang perlu diperhatikan. Sekarang sedang hangatnya perhitungan cepat para pemain politik. Menariknya karena ada permainan politik para penguasa media. Saya sebagai pemilik media online EkspresNews dan Tabloid Berita Indonesia Raya prihatin. Memang tidak ada salahnya saat penguasa media bermain politik. Tapi yang perlu diperhatikan, adalah idealisme jurnalis para pewarta dan jurnalis yang ada dimedia penguasa tersebut hampir kehilangan 'jiwa' jurnalis yang idealis itu. Lihat saja pewarta dan jurnalis di media-media mainstream di TV, permainan politik para penguasa itu ternyata tidak ada artinya bagi masyarakat diluar lingkar jurnalistik. Coba perhatikan dan saksikan, bahkan partai yang tidak diikutsertakan dalam media mampu meraup suara terbanyak dalam proses perhitungan cepat. Tapi beruntung bagi salah satu partai yang memang menjadi nomor kedua terbanyak perolehan suaranya di perhitungan cepat. Sehingga peran media disana juga terlihat, baik itu dalam proses pencitraan dari iklan maupun proses pencitraan dari pemberitaan. Semoga saja, WAKIL para RAKYAT nantinya dapat menjadi WAKIL dari RAKYAT SANG KETUA !!! Salam EkspresNEWS

Jumat, 23 Agustus 2013

Hidup, Jelas Sebuah Pilihan

Menapak jejak sesaat setelah memberikan hasrat.

Ada beberapa hal yang patut diperjelas. Pertama persoalan proses rekruitmen bank indonesia yang pada dasarnya aku mendaftarkan diri untuk turut serta. Tapi disaat tiba waktu untuk proses ujian/tes pertama, aku memutuskan untuk tidak ikut serta.

Banyak pihak yang menyayangkan keputusan ini. Karena peluangnya cukup baik. Perhitungannya sederhana, tolak ukur sebuah pekerjan bukanlah sebuah kapasitas dimana bekerja. Embel-embel bank memang sudah lama tidak ku nikmati, pakaian yan rapi dan sepatu mengkilat, jhak semacam itu bukanlah pribadiku sendiri.

Alasan kedua kenapa tolak rekruitmen bank indonesia karena tidak mau rakus mencari 'second job'.

Aku dengan keras kepala masih tetap mengatakan bahwa mengelola media online www.ekspresnews.com adalah pilihan pertama, sehingga berujung kepada tingkat salary (gaji) bukanlah tolak ukur sejahteranya hidup.

Hidup adalah pilihan. diantara pilihan akan muncul pilihan-pilihan berat.

Tinta Putih

Sabtu, 17 Agustus 2013

Secangkir Kopi, Pojok Redaksi EkspresNews

Rasanya sudah cangkir yang kedua...

Malam ini entah mengapa bisa ada diruangan yang biasanya hanya dihuni hingga pukul 6 sore itu. Ada segores alasan yang tak terpungkiri ingin memasuki ruangan yang dihiasi dengan pernak-pernik komputer dan beberapa berkas liputan.

Ya. Malam ini bertengger hangat diruangan yang berAC super dingin, sudah 2 cangkir kopi yang aku seduh malam ini. Memposisikan diri duduk di kursi ruangan tunggu. Beberapa file yang belum siap masih dalam proses menuju finalisasi. Tunggu beberapa menit lagi.

Tak sadar saja, sudah melewati satu hari di 68 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Ada satu pertanyaan yang muncul saat seruput kopi dicangkir kedua habis, "Pagi tadi, beberapa rumah tidak mengibarkan bendera, ada apa? Apakah dengan tidak mengibarkan bendera dihalaman depan rumah merupakan wujud ketidaknasionalisan seseorang?"

Ruangan ini sudah mencapai 16 derajat...

Baca Juga : Sekilas Berita Dugaan Korupsi Kelok 9

Terdengar deru mesin motor tengah berhenti tepat didepan kantor redaksi. Menoleh sebentar, ternyata seorang reporter yang hendak menerbitkan sebuah berita tentang teknologi. 

Aku kembali duduk dan menuliskan kembali beberapa konsep yang sedang menyibukan. Ini bukan tentang rumah-rumah tanpa bendera dan juga bukan rencana cangkir ketiga.

Sembari kembali merumuskan konsep sederhana tentang media online, seorang teman sedang melakukan "percakapan" dijejaring sosial facebook, oh, ternyata ajakan untuk joging esok pagi, aku menyanggupi.

Ruangan ini semakin dingin, mencari remote untuk menaikan suhu ruangan. 25 sudah cukup. Aku teringat dan konsep ini bagus, aku lekas menuliskan beberapa konsep malam yang telah aku temukan. Beberapa antisipasi dari blunder konsep yang akan terjadi sudah aku siapkan juga. Semoga saja, satu dari 17 konsep yang telah tertulis tersebut bisa terealisasikan. 

Dan tak terasa, ini sudah cangkir ke 4, aku tertidur.

TintaPutih

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes